Jumat, 06 April 2012

COMMITMENT


Banyak orang mengetahui tentang perbuatan baik, namun tidak memiliki banyak komitmen untuk melakukan amal kebaikan. Hingga akhirnya mereka gagal. Komitmen adalah kata kunci untuk meraih sukses pada masa yang akan datang. Kita tidakmembutuhkan orang yang pandai berkhutbah dan berceramah, namun orang yang memiliki komitmen dalam melaksanakan apa yang menjadi keyakinanya. Banyak juga rencana yang menjadi barang usang atau onggokan sampah, bahkan rencanaa emas sekalipun. Banyak orang telah bertunangan, kemudian gagal. Bahkan banyak orang telah menikah, kemudian cerai. Semua itu diperlukan komitmen.
Untuk meraih sebuah kesuksesan dalam hidup, seorang manusia ,siapa pun dia, harus memiliki tanggungjawab terhadap apa yang telah ia impikan, cita-citakan, dalam pikiran melalui serangkaian tindakan nyata yang mengarahkan diri pada tujuan. Orang yang komit terhadap segala sesuatu yang dia yakini akan melahirkan sebuah kedisiplinan. Komitmen akan melahirkan prestasi. Tak ada prestasi yang diraih tanpa disiplin dan komitmen.
Tanggungjawab utama adalah tanggungjawab terhadaap diri sendiri, sebelum dia memikul tanggungjawab-amanah orang lain. Melahirkan sebuah komitmen yang besar terhadap pekerjaan besar berawal dari komitmen pada hal – hal yang kecil. Tetapi selalu terus menerus dikerjakan sehingga membentuk sebuah kebiasaan baru yang bernilai positif. Komitmen bukanlah sesuatu yang mudah dibentuk tetapi ia memerlukan keyakinan dan kerja keras,ikhlas, mawas dan cerdas untuk mewujudkannya. Kerja dengan komitmen tinggi akan menghasilkan suatu kualitas dan integritas tinggi. Dari sebuah komitmen akan lahir keteladanan. Bagi seorang pemimpin dalam organisasi, agar oraganisasinya berjalan dengan sukses maka dia adalah orang pertama kali harus taat dan patuh terhadap apa yang telah disepakati menjadi komitmen bersama. (Sumber : Buku SHOOT Trustco)

Hardwork is the Price We Must Pay for Success


Hardwork is the price we must pay for success. Kerjakeras adalah harga yang harus dibayar untuk mencapai kesuksesan. Kerjakeras artinya bersungguh sungguh menggunakan segenap potensi yang dimiliki, waktu, tenaga, fikiran, harta untuk mencapai kesuksesan yang kita inginkan. Hardwork is the price we must pay for success. I think you can accomplish anything if you’re willing to pay the price.” Kerjakeras adalah harga yang harus dibayar untuk mencapai sukses. Saya yakin Anda dapat mencapai apa pun jika Anda rela membayar harganya.” (Vince Lombardi).
Lihatlah orang orang disekitar kita. Mereka yang sukses hari ini adalah hasil dari kerjakeras yang mereka lakukan. Jangan hanya lihat suksesnya tapi lihatlah pula proses yang telah mereka jalani. Tidak ada jalan pintas menuju sukses. Percayalah!, Kita harus mau berproses dan membayar harga yang sepadan untuk kesuksesan yang kita inginkan. Mau terus belajar dan berlatih, untuk mendapat hasil terbaik dan meminimalisir kesalahan. Tidak ada yang instant di dunia ini, bahkan untuk menikmati mie instant saja ada harga dan proses yang harus dilakukan, ya to ?. Jadi, jangan hanya sekedar bermimpi ingin ini dan itu, bertindaklah. Mulailah dari sekarang, kerjakeraslah wujudkan apa yang Anda inginkan.

Success is A Long Journey


Success is A Long Journey. Sukses adalah perjalanan yang panjang. Sukses dunia-sukses akherat, itulah yang setiap individu inginkan. Raihlah kehidupan dunia seolah-olah engkau akan hidup selamanya, kejarlah akherat seolah-olah engkau akan mati keesokkannya (Ali bin Abi Thalib ra.). Kesuksesan seseorang terlihat saat ia mampu melahirkan generasi baru yang lebih baik. Orang yang memberi ialah mereka yang memiliki. Orang yang sukses adalah karena mereka memiliki potensi dan mampu membuka tangan, pikiran dan hati untuk mentransfer potensinya kepada yang belum memiliki. Kesuksesan seseorang adalah disaat mereka mampu menginternalisasikan nilai-nilai “Four Factors For Your Future ; Spiritual, Emotional, Intellectual, and Physical” dalam dirinya.
Kesuksesan yang kita raih adalah berkat pertolongan tangan-tangan yang memiliki kekuatan “super power? yang dimiliki oleh “Sang Kreator? yaitu Allah SWT. Ia-lah yang memiliki kekuatan untuk merealisasikan karena manusia hanya bisa merencanakan. La haula walaa quwwata illaa billaahBaarokalloohu lakum, Semoga Allah memberi keberkahan kepada Kita.

Memikat Pendengar Anda : Public Speaking


Salah satu keahlian yang harus dimiliki oleh seorang eksekutif untuk meningkatkan kariernya dengan cepat adalah kemampuannya berbi¬cara dengan baik dan menyampaikan presentasi dengan mengesankan. Ada beberapa alasan mengapa kemampuan bicara sangat penting:
  • Dalam organisasi yang besar, atasan sering tidak mengenal setiap stafnya. Dengan demikian, menyampaikan presentasi yang menarik perhatian ketika big boss berada di tengah rekan kerja adalah cara terbaik dan tercepat agar ia mengenal dan melihat kemampuan Anda. Jika Anda melewatkan kesempatan emas ini, bos Anda tidak akan mengenal Anda sehingga Anda harus melewati jalur birokrasi yang bertele-tele untuk mendapatkan promosi.
  • Saya telah bertemu banyak orang dengan ide-ide cemerlang. Sayangnya, mereka tidak mampu menjelaskan ide-ide mereka secara logis dan terstruktur. Mereka tidak mampu meyakinkan bahwa idenya cemerlang. Akibatnya, orang tidak tertarik dengan ide mereka sehingga idenya menjadi sia-sia.
  • Orang yang memiliki kemampuan berbicara bagus sering menjadi pusat perhatian. Ia mungkin bukan orang paling pintar dan kompeten di perusahaan. Namun, ia justru sering mendapat promosi dan kesempatan yang lebih baik daripada karyawan yang lebih kompeten, tapi low profile.
  • Dengan kemampuan berbicara secara efektif, Anda akan semakin percaya diri. Anda tidak perlu takut terus-menerus… khawatir jika tiba-tiba dipanggil untuk presentasi Anda belum siap!
Saya berharap bisa memberikan cukup alasan kepada Anda agar mau belajar menyampaikan presentasi yang mengesankan. Kemampuan ini penting bagi:
Manajer/Supervisor—Karena Anda harus menyampaikan pengumuman rutin kepada bawahan Anda tentang perubahan kebijakan, peraturan, prosedur, produk baru, dll. Kemampuan Anda menyampaikannya dengan jelas dan meyakinkan menjadi faktor kunci apakah bawahan Anda menerima setiap perubahan dengan senang hati atau menolaknya. Jika Anda mampu meyakinkan mereka, pekerjaan Anda akan jadi mudah. Sebaliknya, jika Anda gagal meyakinkan mereka, Anda akan pusing tujuh keliling!
Sales dan Marketing—Ini merupakan kemampuan vital yang harus Anda kuasai karena salah satu tugas Anda adalah mempresentasikan tawaran/proposal kepada calon klien. Kemampuan Anda menyampaikan presentasi yang berkesan sangat berpengaruh pada kesempatan untuk memperoleh order. Pada tahun-tahun awal saya memulai bekerja dalam bidang ini dan orang belum mengenal saya, tugas terbesar saya adalah menjelaskan kepada klien-klien saya apa yang akan saya lakukan/sampaikan selama training/seminar. Kemampuan menyampaikan dengan jelas dan meyakinkan ini telah membantu saya mendapatkan order sepanjang tahun.
Mengatur Suasana
Sebuah presentasi dapat dibagi dalam beberapa bagian, yaitu: pembukaan, isi, dan penutup.
Pada bagian pembukaan, kedua pihak (Anda dan pendengar) mulai saling berkenalan. Pengalaman saya, sering kali justru para pendengar menunggu sinyal dari pembicara. Jika pembicaranya santai dan riang, pendengar akan santai dan riang juga. Sebaliknya, jika pembicaranya serius, pendengar akan serius juga. Hal ini mudah dimengerti karena jika pembicara serius, tetapi pendengarnya santai, riang, dan bercanda, akan terkesan tidak sopan dan tidak menghormati pembicara.
Intinya, ANDA yang mengendalikan suasana presentasi. Pendengar Anda menanti “instruksi” Anda – apakah mereka jadi santai atau serius. Mereka bergantung pada Anda, bukan Anda yang bergantung pada mereka!
Inilah salah satu alasan mengapa “ice-breakers” sangat penting. Tujuan ice-breakers adalah mencairkan suasana. Caranya dengan mengajak hadirin melakukan sesuatu, seperti: tertawa, mengangkat tangan, berputar, berdiri, dan menjawab pertanyaan.
Saat para pendengar telah melakukan salah satu hal di atas, secara otomatis mereka akan lebih santai, aliran darah lebih lancar, dan lebih siaga –siap mendengarkan apa yang Anda sampaikan. Mereka mendengarkan Anda dengan lebih santai dan riang karena Anda telah mengontrol “suasana” presentasi Anda.

Tips Menjadi Pembicara Yang Hebat


Semua orang pasti pernah berbicara, namun tidak semua orang tahu tekniknya, caranya. Berbicara hendaknya tidak menjadi tantangan, atau kewajiban berat, atau sekedar mengisi waktu saja. tetapi berbicara adalah penemuan terbesar dalam hidup manusia. Dengan cara itulah manusia dapat saling berhubungan, dan menjadi salah satu kenikmatan hidup yang diberikan. Jadi, anggaplah setiap percakapan sebagai sebuah kesempatan. Berbicara merupakan bakat alami, tetapi bukankah kemampuan alami pun harus dikembangkan? Yaitu mengubah bakat menjadi keahlian.
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan untuk keberhasilan sebuah komunikasi, yaitu kejujuran, sikap yang benar, minat terhadap orang lain, dan membuka diri sendiri. Pertama-tama yang harus dibangun dalam komunikasi adalah membudayakan kejujuran. Larry King menceritakan pengalamannya saat seeorang bertanya kepadanya tentang sikapnya apabila berada dalam situasi yang sulit, kira-kira begini pertanyaannya: “Seumpama anda berjalan-jalan di NBC News, lalu seseorang menggamit lengan anda dan menyuruh anda duduk di dalam studio, menyodorkan setumpuk kertas pada anda dan berkata, ‘Brokaw sakit. Kau yang mengudara’, dan lampu dinyalakan. Apa yang anda lakukan?”. Diluar dugaan ternyata Larry King mengatakan bahwa ia akan benar-benar jujur, menatap kamera dan berkata “saya sedang berjalan-jalan di NBC News ketika seseorang mengejutkan saya, menyodorkan kertas-kertas ini dan berkata, ‘Borkaw sakit. Kau yang mengudara’,”.
Apa menurut anda Larry King melakukan tindakan yang merusak reputasinya di hadapan publik? Hmmm…. Tentu saja tidak. Justru tindakan yang dia ambil sangatlah tepat. Dengan mengatakan kondisi yang sesungguhnya, semua pemirsa akan tahu bahwa Larry King belum pernah membawakan berita, audience tahu bahwa ia jujur, dan akan memberikan yang terbaik. Pengalaman tersebut tentu saja tidak hanya mengajarkan pada kita tentang apa yang dikomunikasikan tetapi juga dilema yang sedang dihadapi. Bukan tak mungkin anda berada dalam situasi yang Larry King hadapi saat itu, maka pesan saya pertama-tama yang harus anda lakukan adalah: JUJURLAH. Karena anda akan tidak akan pernah rugi dengan itu.
Hal lain yang harus diperhatikan saat berkomunikasi adalah sikap yang benar menjadi pembicara. Saudaraku sekalian, bisa jadi pengalaman kegagalan anda saat pertama kali menjadi pembicara membuat trauma yang mendalam. Saran saya, segera singkirkan perasaan itu jauh-jauh. Mulailah untuk menumbuhkan komitmen dalam diri bahwa anda akan tetap berbicara dan meningkatkan kemampuan berbicara dengan melatihnya secara bersungguh-sungguh. Dengan apa? Dengan melakukan apa saja. Anda bisa berlatih sebagai pembicara, berbicara di depan cermin –ini teknik lazim yang bisa kita lakukan untuk meningkatkan kemampuan berbicara di depan publik. Selain melatih kemampuan berbicara, teknik ini jua melatih kita membuat kontak mata; karena mau tidak mau kita akan menatap bayangan dalam cermin tersebut-, berbicara dengan hewan peliharaan anda. Jangan mengangap hal ini remeh, karena sebenarnya anda akan mendapatkan keuntungan dalam latihan ini, yaitu tidak akan ada bantahan atau interupsi.
Selain kejujuran dan sikap yang benar, anda memerlukan dua syarat untuk menjadi konversasionalis yang baik, yaitu perhatian pada orang lain dan keterbukaan. Pastikan anda menatap mata lawan bicara saat berkomunikasi, karena dengan hal ini biasanya orang akan merasa sangat dihargai. Jangan salah, anda tidak akan dapat berbicara dengan sukses pada orang-orang jika mereka menganggap anda tidak tertarik pada apa yang mereka katakan atau anda tidak menghargai mereka.
Syarat terakhir adalah terbuka saat berkomunikasi, sebagaimana keterus terangan Larry King saat mengalami demam mike dihari pertama siarannya. Intinya adalah perlakukan orang lain seperti anda ingin mereka memperlakukan anda. Ini juga berlaku saat bercakap-cakap. Anda harus sejujur dan seterbuka teman bicara anda. Eits…ini bukan berarti anda harus berbicara tentang diri anda sendiri sepanjang waktu atau membocorkan rahasia-rahasia pribadi anda lho ya… justru sebaliknya. Pada saat yang sama, hendaknya kita menyampaikan jenis informasi yang ditanyakan pada orang lain. Misalnya dengan mengatakan hobby, hal yang disukai atau tidak, dan sejenisnya.
Selamat mencoba, semoga bermanfaat untuk kita semua.
Referensi: Larry and Bill. 2004. Seni berbicara kepada siapa saja, kapan saja, dimana saja. Gramedia pustaka utama. Jakarta.

R.E.A.C.H : Lima Hukum Komunikasi Efektif


Pada artikel sebelumnya yang berjudul Komunikasi Efektif kita sudah membahas “Integritas: Fondasi Utama Komunikasi Efektif”. Setelah kita memiliki integritas sebagai fondasi utama dalam membangun komunikasi efektif, berikutnya kita perlu memperhatikan Lima Hukum Komunikasi Yang Efektif (The 5 Inevitable Laws ofEffective Communication). Dalam buku Make Yourself A Leader yang ditulis oleh Aribowo Prijosaksono dan Ping Hartono Lima hukum ini dikembangkan dan dirangkum dalam satu kata yang mencerminkan esensi dari komunikasi, yaitu REACH, yang berarti merengkuh atau meraih. Pada dasarnya komunikasi adalah upaya kita untuk meraih perhatian, cinta kasih, minat, kepedulian, simpati, tanggapan, maupun respon positif dari orang lain.
Hukum #1: Respect
Rasa hormat dan saling menghargai (respect) merupakan hukum pertama dalam kita berkomunikasi dengan orang lain. Kita harus ingat bahwa manusia selalu ingin dihargai dan dianggap penting. Jika kita harus mengkritik atau memarahi seseorang, kita bisa melakukan dengan penuh respek terhadap harga diri dan kebanggaan seseorang. Jika kita membangun komunikasi dengan rasa dan sikap saling menghargai dan menghormati, kita dapat membangun kerjasama yang menghasilkan sinergi yang akan meningkatkan efektifitas kinerja kita baik secara individu maupun secara keseluruhan sebagai sebuah tim.
Menurut Dale Carnegie dalam bukunya How to Win Friends and Influence People, rahasia terbesar yang merupakan salah satu prinsip dasar dalam berurusan dengan manusia adalah dengan memberikan penghargaan yang jujur dan tulus. Seorang ahli psikologi yang sangat terkenal William James juga mengatakan bahwa prinsip paling dalam pada sifat dasar manusia adalah kebutuhan untuk dihargai. Sifat ini merupakan rasa lapar manusia yang harus dipenuhi (bukan harapan atau keinginan yang bisa ditunda). Lebih jauh Carnegie mengatakan bahwa setiap individu yang dapat memuaskan kelaparan hati ini akan menggenggam orang dalam telapak tangannya.
Hukum #2: Empathy
Empati adalah kemampuan kita untuk menempatkan diri pada situasi atau kondisi yang dihadapi oleh orang lain. Salah satu prasarat utama dalam memiliki sifat empati adalah kemampuan kita untuk mendengarkan atau mengerti terlebih dulu sebelum didengarkan atau dimengerti oleh orang lain.
Secara khusus Covey menempatkan kemampuan mendengarkan sebagai salah satu dari tujuh kebiasaan manusia yang sangat efektif. Covey mnyebutnya sebagai komunkasi empatik, yaitu kebiasaan untuk mengerti terlebih dahulu, baru dimengerti. Kita perlu memahami dan mendengar orang lain terlebih dahulu untuk dapat membangun keterbukaan dan kepercayaan dalam membangun sinergi dengfan orang lain.
Rasa empati akan memampukan kita untuk menyampaikan pesan (message). Cara dan sikap empati juga akan memudahkan penerima pesan (receiver) menerima pesan yang kita sampaikan.
Dalam komunikasi untuk membangun kerjasama tim, rasa empati sangat memegang peranan. Dengan empati kita bisa memahami perilaku anggota tim kita, seperti kebutuhan, keinginan, minat, harapan, dan kesenangan mereka. Rasa empati akan menimbulkan respek. Rasa respek akan membangun kepercayaan yang merupakan unsur utama dalam membangun teamwork.
Dalam membangun komunikasi dengan empati, kita harus mempunyai kemampuan untuk mendengar dan siap menerima masukan apa pun dengan sikap positif. Banyak di antara kita yang tidak mau mendengarkan saran, apalagi kritik dari orang lain. Padahal esensi dari komunikasi adalah aliran dua arah. Komunikasi satu arah tidak akan efektif manakala tidak ada umpan balik (feedback) yang merupakan arus balik dari penerima pesan.
Hukum #3: Audible
Pesan yang kita sampaikan harus audible, artinya pesan dapat diterima dan dimengerti oleh penerima pesan dengan baik. Untuk itu, pesan bisa disampaikan melalui berbagai media, seperti alat bantu audio visual.
Dari sisi media untuk penyampaian pesan, penggunaan teknologi bisa membantu melipatgandakan pancaran sinyal pesan yang kita sampaikan sehingga pesan bisa diterima oleh jauh lebih banyak orang. Sebagai contoh dengan menggunakan media internet, kita bisa berkomunikasi dengan mudah dan murah kepada banyak orang.
Hukum #4: Clarity
Hukum keempat dalam membangun komunikasi yang efektif adalah pesan yang kita sampaikan harus jelas sehingga tidak menimbulkan penafsiran yang berlainan. Pesan yang dapat menimbulkan berbagai penafsiran akan menimbulkan dampak yang tidak sederhana.
Clarity dapat pula berarti keterbukaan. Dalam berkomunikasi kita perlu mengembangkan sikap transparan sehingga dapat menimbulkan rasa percaya dari penerima pesan atau anggota tim kita. Keterbukaan akan mencegah timbulnya sikap saling curiga yang akan menurunkan semangat dan antusisme tim kita.
Hukum #5: Humble
Hukum kelima dalam membangun komunikasi yang efektif adalah sikap rendah hati. Sikap ini merupakan unsur yang terkait dengan hukum pertama, yaitu respect. Untuk membangun rasa menghargai orang lain, biasanya didasari oleh sikap rendah hati yang kita miliki. Sikap rendah hati adalah sikap yang penuh melayani, sikap menghargai, mau mendengar dan menerima kritik, tidak sombong, tidak memandang rendah orang lain, berani mengakui kesalahan, rela memaafkan, lemah lembut dan penuh pengendalian diri, serta mengutamakan kepentingan yang lebih besar.
Jika kita membangun komunikasi berdasarkan pada lima hukum pokokkomunikasi yang efektif ini, kita dapat menjadi seorang komunikator yang handal yang dapat membangun jaringan hubungan dengan orang lain dengan penuh penghargaan (respect), karena hal inilah yang dapat membangunhubungan jangka panjang yang saling menguntungkan dan saling menguatkan.

Empat Penghambat Keharmonisan Komunikasi


Terkadang kita tidak sadar bahwa komunikasi amat dipengaruhi oleh banyak hal. Akibatnya, komunikasi yang kita lakukan tidak berdampak seperti yang diharapkan,. Untuk menghindarinya, kita perlu mengenali penghambat keharmonisan komunikasi.
1. Terbiasa Bersikap Sungkan
Rasa sungkan muncul karena kita tidak berpikir positif sehingga membebani diri sendiri. Akibatnya kita menjadi tidak jujur dan tidak mengatakan yang seharusnya. Ambil contoh, saat atasan kita memberi pekerjaan yang berlebihan (overload). Pada saat itu kita perlu melakukan bargaining. Jangan sekedar menerima tapi mengomel di belakangnya. Seorang profesional harus selalu mendasarkan setiap keputusannya pada rasionalitas, bukan rasa sungkan.
2. Sulit Berkata “TIDAK”
Kita harus belajar untuk bersikap assertive, artinya : katakan Ya jika YA, dan Tidak jika TIDAK. Tentu dalam melakukannya kita harus melihat dengan siapa kita berhadapan. Memang ada beberapa orang yang sulit menerima kata “Tidak” maka kita harus mengutarakannya dengan halus disertai solusi alternatif. Misalnya saat menolak diajak makan malam (karena baru saja makan), kita dapat mengatakan, “Bole, tapi lain kali saja.” Dengan demikian orang yang bersangkutan akan berpikir kita menerima ajakannya, tapi waktunya kurang tepat.
3. Gengsi Meminta Maaf
Orang yang melakukan kesalahan adalah manusiawi; sedangkan orang yang gengsi meminta maaf adalah tidak manusiawi karena tidak menyadari keterbatasannya. Terkadang orang takut untuk meminta maaf karena takut harga dirinya akan turun, padahal orag yang berani meminta maaf adalah orang yang berjiwa besar. Dan itu adalah sesuatu yang etis.
4. Tidak Mampu Menguasai Emosi
Emosi tidak selamanya jelek, hanya kalau berlebihan ini yang tidak baik. Dalam banyak hal emosi sangat dipengaruhi oleh lingkungan. Untuk itu kita harus memiliki toleransi terhadap segala perbedaan yang mungkin terjadi. Sebagai profesional, kita harus belajar mengendalikan emosi, sebab itu akan mempengaruhi citra diri kita. (sumber : berinet.com)