Jumat, 06 April 2012

Memahami Investasi Yuk…


Investasi, sebuah kata yang sudah biasa kita dengar sehari-hari. Sebuah kata yang selalu berkaitan erat dengan uang. Sebuah kata yang sering dimaknai sebagai hasil yang kelak atau diperoleh dari sebuah keputusan finansial masa lalu. Akan tetapi bagi sebagian besar masyarakat kita investasi masih sebatas kata-kata indah dalam finansial namun masih jarang yang menjadikan investasi sebagai kebiasaan/perilaku.
Secara umum investasi sebenarnya bentuk lebih canggih daripada kebiasaan lain yaitu menabung. Menabung lebih kepada menyimpan sejumlah uang secara rutin tanpa motivasi untuk memiliki imbal hasil dari tabungan. Hanya sebatas agar kelak nanti bisa mengumpulkan sejumlah besar uang untuk kebutuhan masa depan.
Sedangkan investasi memiliki motivasi yang lebih dari hanya sekedarmenabung. Investasi dijadikan kendaraan bagi kita atau sering disebut investorsebagai alat agar uang/aset yang telah ditanamkan/dibeli kelak bisa mengalami pertumbuhan. Layaknya sebuah pohon yang ditanam sejak kecil, dirawat dan dijaga bertahun-tahun hingga akhirnya memiliki akar yang kokoh, batang pohon yang besar dan kuat, daun yang lebat dan rindang hingga akarnya yang menjulang tinggi.
Begitu pula investasi, dimulai dari pembelian aset awal bisa berbentuk emas, reksa dana, obligasi, saham, bisnis, dll. Secara rutin kita akan selalu memantau “pohon investasi” kita hingga kelak menghasilkan imbal hasil investasi yang mencukupi kebutuhan dan tujuan kita berinvestasi tersebut.
Mengapa kita perlu berinvestasi?
Sebenarnya makna investasi sangatlah luas. Kita sering menjumpai kata-kata ini tidak di dunia finansial dan ekonomi. Di dunia politik, agama dan pendidikan pun tidak jarang kita kerap menemukan kata-kata investasi. Misalnya seorang kader partai politik yang telah bekerja bertahun-tahun membesarkan partai, pada saatnya nanti pasti akan mencapai posisi puncak di partai sebagai imbal dari investasi politiknya. Begitu pula kita sekolah dari TK sampai Doktor, itu pun salah satu bentuk dari investasi ilmu yang  tentu saja banyak sekali memberikan imbal hasil dalam perjalanan karir kita.
Nah, dalam konteks keuangan/finansial tentu saja memiliki makna tersendiri. Mengutip Eko P Pratomo & Ubaidillah Nugraha dalam bukunya Reksa Dana: Solusi Perencanaan Investasi di Era Modern, berinvestasi pada dasarnya adalah “membeli” suatu aset yang diharapkan di masa datang dapat “dijual kembali” dengan nilai yang lebih tinggi.
Salah satu alasan mengapa kita harus berinvestasi adalah agar dapat mempersiapkan berbagai macam kebutuhan keuangan kita di masa depan sedini mungkin. Karena investasi memang sangat berkaitan dengan waktu. Masih ingat berapa harga sepeda motor tahun 1990-an? Ya, betul 3-5 jutaan itu sudah paling top. Sekarang di tahun 2000-an harganya sudah mencapai 10 jutaan bukan. Misalnya nanti kita akan membeli sepeda motor lagi pada tahun 2020-an kira-kira berapa harganya kelak?
Nah dengan perencanaan investasi yang tepat, maka di sinilah letak manfaat dan tujuan dari investasi itu sendiri. Karena dengan menentukan tujuan dan perkiraan harga, kita sudah bisa menyiapkan “tunas/bibit” investasi yang akan dikembangbiakkan sehingga bisa mencukupi kebutuhan tersebut. Nah, nanti pada prakteknya akan tersedia banyak instrumen pilihan investasi yang disesuaikan dengan tingkat imbal hasil sekaligus resikonya.
Anda bisa bayangkan kalau tidak melakukan investasi. Sudah dapat dipastikan seluruh kebutuhan masa depan akan harus disediakan pada waktunya tiba tersebut, dalam artian harus dapat menyediakan uang tunai pada saat itu juga. Contohnya lihatlah selalu ketika menjelang penerimaan siswa sekolah baru, pegadaian pasti ramai oleh orang tua yang
membutuhkan uang untuk memasukkan anak-anak mereka di sekolah. Bahkan tidak jarang yang mengajukan utang ke bank. Dari sana kita bisa tahu betapa besar manfaat dari berinvestasi bukan?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar